Rabu, 21 September 2011

Lomba Pokdakan Tingkat Nasional Darma Nadi Tabanan Wakili Bali


Kadiskanlaut Tabanan Ir Nyoman Wirna Ariwangsa, MM (kanan) dan Ketua Pokdakan Darma Nadi, Gede Nyoman Darma Susila (kiri)

Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Banjar Buruan kelod, Desa Buruan, Penebel, Tabanan, tahun ini  dipercaya mewakili Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional. Pokdakan yang memiliki anggota 22 orang ini, akan dinilai oleh tim penilai tingkat nasional pada Kamis (22/9).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM ditemui di lapangan saat melakukan pembinaan Pokdakan darma Nadi, Selasa (20/9) mengungkapkan, terpilihnya Pokdakan Darma Nadi sebagai duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat nasional karena pada tahun lalu, Pokdakan Darma Nadi berhasil meraih juara I tingkat provinsi Bali. “Setelah diajukan di tingkat nasional, Pokdakan Darma Nadi ternyata masuk nominasi. Penilaiannya akan dilaksanakan Kamis mendatang,” jelasnya.

Berhasil Kembangkan Cacing Tubifek Dirjen PB Apresiasi Pokdakan Darma Nadi


Dirjen Perikanan Ketut Sugama (tengah) acungkan jempol atas keberhasilan Pokdakan Darma Nadi kembangkan cacing tubifek untuk pembenihan ikan lele.

 

Kelompok Pembudiaya Ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Penebel, Tabanan yang menjadi duta Bali dalam lomba Pokdakan tingkat Nasional tahun 2011, selain berhasil mengembangkan berbagai jenis ikan lele, juga telah berhasil mengembangkan cacing tubifek untuk pakan benih lele.

Keberhasilan Pokdakan Darma Nadi mengembangkan dan membudidayakan cacing tubifek tersebut, secara khusus  mendapat apresiasi Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya (PB) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ketut Sugama saat mengunjungi Pokdakan Darma Nadi beberapa waktu yang lalu.

Pokdakan Darma Nadi Kembangkan Lele Unggul Masamo

 
Gubernur Bali Made Mangku Pastika tebarkan benih lele Masamo  produksi Pokdakan Darma Nadi di kolam terpal Simantri Desa Sudiamara, Tabanan.

Meski baru berdiri akhir Desember 2008, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Darma Nadi di Desa Buruan, Penebel, telah berhasil mengembangkan berbagai jenis (varietas) ikan lele unggul yang ada di Indonesia. Bila awalnya hanya mengembangkan lele dumbo dan Sangkuriang, kini Pokdakan Darma Nadi juga telah berhasil mengembangkan lele Masamo, ikan lele jenis unggul yang berasal dari Afrika.

Ketua Pokdakan Darma Nadi, Gede Nyoman Darma Susila ditemui Manggala, Selasa (20/9) mengemukakan, lele Masamo merupakan ikan lele unggul jenis baru yang calon induknya didatangkan dari Afrika oleh PT. Matahari Sakti, salah satu produsen pakan ikan lele di Mojokerto (Jawa Timur). “Setelah melalui proses penelitian dan perkembangbiakan, keturunan lele dari Afrika tersebut dinamai oleh PT. Matahari Sakti selaku produsennya dengan nama lele Masamo,” katanya sambil menyebutkan, Masamo merupakan kependekan dari Matahari Sakti Mojokerto. “Kami mendapatkan calon induk Masamo dari PT, Matahari Sakti pada tahun 2010 lalu sejumlah 100 pasang. Saat ini produksi benihnya sudah menyebar ke beberapa kecamatan di Tabanan,” tambahnya.

Kamis, 25 Agustus 2011

Antisipasi Wabah Penyakit Ikan Diskanlaut Tabanan Datangkan Ahli




Akibat anomali iklim yang terjadi secara global, menyebabkan musim dan cuaca sulit diprediksi.  Seringnya terjadi perubahan cuaca yang tak terduga, harus diwaspadai oleh pembudiaya ikan karena bisa mengakibatkan munculnya penyakit ikan. Baik itu penyakit yang disebabkan oleh parasit, bakteri, virus, nutrisi atau akibat perubahan kualitas perairan.

Mengantisipasi menculnya wabah penyakit ikan, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan secara khusus mendatangkan Drs. Hambali Supriyadi, M.Sc dan Agus Sunarto, PHd, dua orang ahli penyakit ikan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Sabtu, 25 Juni 2011

Kunjungi Kabupaten Tabanan, Dirjen Perikanan Budidaya Janjikan Program Mina Politan



Dirjen Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr.Ketut Sugama  melakukan kunjungan lapangan di Tabanan, Kamis (23/6). Pada kunjungannya kali ini, Sugama menjanjikan akan mengucurkan bantuan Program Mina Politan di Kabupaten Tabanan tahun 2012 mendatang.

Janji tersebut diungkapkan Sugama setelah dirinya didampingi Direktur Produksi serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan melihat secara langsung di lapangan potensi dan perkembangan pembangunan perikanan di Desa Buruan, Kecamatan Penebel serta di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri.

Laporkan Pencurian Lobster Nelayan Tabanan “Nglurug” Ke Mapolres



Sebanyak 25 orang nelayan dari enam kecamatan wilayah pesisir di Kabupaten Tabanan, nglurug (mendatangi) Mapolres Tabanan, Rabu (22/6). Mereka menemui Kapolres guna melaporkan semakin banyaknya lobster yang ditangkap dengan bubu hilang dicuri di tengah laut.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa yang mendampingi perwakilan kelompok nelayan tersebut, dalam laporannya mengungkapkan bila sejak dua bulan terakhir ini, bubu lobster yang dipasang nelayan di tengah laut sering hilang dicuri. Pencurinya diduga kuat nelayan andon (pendatang) dari luar wilayah Tabanan yang menggunakan perahu bermesin 40 PK. Modusnya, mereka mendatangi lokasi pemasangan bubu. Berikutnya, mereka mengangkat bubu dan mengambil lobster yang terperangkap di dalamnya. Ada juga di antaranya yang melakukan penyelaman dan merusak bubu dengan arit atau pisau untuk mengambil lobsternya. “Perahu yang digunakan berkisar 2 – 4 buah yang beroperasi pada malam hari hingga menjelang pagi,” lapornya.

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Bali Tebar Ikan di Telaga Tunjung


 
Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta pejabat di lingkungan Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, memperingati hari lingkungan hidup tingkat Provinsi Bali di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kermbitan, Bali. Selain melakukan penenaman pohon dan pelepasan burung, pada peringatan yang dipusatkan di Tabanan ini, Gubernur Bali Mangku Pastika juga melakukan penebaran ribuan ekor aneka jenis ikan air tawar di bendungan Telaga Tunjung.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengungkapkan, dalam beryadnya dan mengucap rasa syukur  kepada Tuhan  tidak semata-mata  hanya datang ke pura untuk bersembahyang.  Banyak hal yang bisa dilakukan dalam beryadnya. Salah satunya adalah dengan melestarikan lingkungan seperti penanaman pohon, penebaran ikan serta menyayangi alam  beserta isinya.  “Penebaran ikan yang kita lakukan pada hari ini di Bendungan telaga Tunjung juga merupakan salah satu bentuk yadnya dan syukur kepada Tuhan,” katanya sambil menambahkan, thema peringatan tahun ini ‘Hutan sebagai  Penyangga Kehidupan’ dirasa sangat tepat. Namun thema ini akan hanya menjadi rangkaian kata indah tat kala tidak dibarengi dengan komitmen yang jelas dari semua pihak.

Menurut Gubernur Pastika, berbagai aktifitas yang digelar  serangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini diharapkan akan bisa bermuara pada kesadaran masyarakat, menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan yang akan menjadi gaya dan budaya hidup masyarakat. “Program Bali Green and Bali Clean, merupakan salah satu implementasi konsep yang diwariskan para pendahulu kepada generasi penerusnya yakni Tri Hita Karana. Ini merupakan  bagian dari Yadnya kita  kepada Tuhan,” paparnya.

Gubernur menambahkan, Tri Hita Karana merupakan konsep adiluhung  warisan dari leluhur. Kita sekarang tinggal mengaplikasikanya dengan komitmen yang  jelas dan secara konsisten. “Saya mencanangkan program Bali Green and Bali Clean, bukan merupakan hal baru. Itu barang lama tapi kemasan baru,” ujarnya sambil memaparkan, bila Konsep Tri Hita Karana juga dilengkapi dengan terjemahanya lewat “ Sad Kerthi” yakni enam kegiatan ritual yang terkait dengan penyelamatan lingkungan. ”Ada upacara wana kertih, danu kertih, giri Kertih, Samudra Kertih dan lainnya. Semuanya itu memiliki esensi untuk penyelamatan lingkungan dari ancaman kerusakan,”katanya menegaskan.

Gubernur Pastika menambahkan, pertumbuhan penduduk Bali dan gempuran gelombang  urbanisasi juga memberikan sumbangan besar terhadap kerusakan lingkungan di Bali. “Jumlah penduduk Bali kini sudah mencapai 4 juta jiwa lebih plus pendatang 400 ribu orang, memang memberikan pengaruh terhadap kondisi lingkungan Bali,” ujarnya. Mencegah lebih parahnya kondisi lingkungan Bali sebagai dampak sampah, pihaknya kini sudah memiliki Perda yang mengatur tentang sampah. Dengan perda ini pada nantinya bisa dijadikan acuan oleh kabupaten / Kota di Bali dalam menangani sampah. “Dengan perda ini ada payung  hukum yang jelas bagi kita untuk menangani sampah di Bali. Saya juga berharap Perda ini bisa dijadikan acuan oleh Pemkab dan Pemkot dalam menangani sampah didaerahnya masing-masing,” tandasnya.

Rabu, 22 Juni 2011

Nelayan Sering Kehilangan Lobster, HNSI dan Pokmaswas Tabanan Berang



Nelayan di Kabupaten Tabanan yang sebagian besar mengandalkan  hasil tangkapannya di laut berupa lobster, belakangan banyak yang mengeluh karena lobster yang ditangkap dengan bantuan bubu sering hilang dicuri orang. Menerima keluhan tersebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kabupaten Tabanan berang.  Mereka akan mengadukannya ke Polres Tabanan untuk mencari solusi terbaik.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Tabanan Ir. I Ketut Arasana Yasa mengemukakan, kehilangan lobster di laut tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Namun belakangan pihaknya sering menerima laporan tersebut dari para nelayan di Tabanan. “Nelayan yang melapor kehilangan bubu dan lobster semakin banyak. Jumlah lobster yang hilang dicuri tersebut bisa satu ton sebulan. Kalau harga lobster rata-rata Rp 200 ribu per kilo gram, jumlah kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Rabu, 15 Juni 2011

Lama Tak Melaut, Nelayan Tabanan Digelontor Beras 7,7 Ton dan PUMP Rp 10 Milyar


Nelayan di Tabanan tahun ini mendapat bantuan beras sejumlah 7,7 ton dan bantuan program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap senilai Rp 10 milyar. Bantuan beras tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada perwakilan kelompok nelayan, Selasa (14/6) di ruang rapat lantai III kantor bupati setempat. Sedangkan bantuan program PUMP diserahkan secara simbolis oleh Direktur Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap (PUPI), Tyas Budiaman .

Bupati Wiryastuti dalam sambutannya mengungkapkan, bantuan beras merupakan berkah yang luar biasa bagi nelayan di Tabanan yang belakangan tidak bias melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat. Sementara bantuan program PUMP Perikanan Tangkap diharapkan bisa merangsang perekonomian sektor perikanan tangkap yang pelaku utamanya para nelayan. Terkait bantuan yang diterima nelayan di Tabanan tersebut, Bupati Wiryastuti menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerinmtah pusat. Bupati mengakui, mengingat ketersediaan anggaran yang terbatas, pihaknya tidak bisa lepas dari bantuan pemerintah pusat. Untuk itu, koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat harus terjalin terus untuk mewujudkan Tabanan Serasi.

Rabu, 08 Juni 2011

Menambang Pasir Laut Melanggar UU No. 27

Menambang pasir laut melanggar UU RI nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Bisa dikenakan sanksi pidana penjara 2 – 5 tahun dan denda Rp 2 – 10 miliar.
Hal itu diungkapkan Saleh Purwanto, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali di sela-sela penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Tirta Gangga, dalam Lomba Pokmaswas Tingkat Provinsi Bali di Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Senin (30/5).

Pokmaswas Tirta Gangga Duta Tabanan Dinilai Tim Provinsi

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) merupakan harapan dan tumpuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan dalam penyelamatan lingkungan.

Ketua Tim Penilai Lomba Pokmaswas tingkat Provinsi Bali, Ir. Saleh Purwanto mengemukakan hal itu saat memberikan sambutan dalam penilaian lomba Pokmaswas di Sekretariat Pokmasawas Tirta Gangga, Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. Terkait hal itu, Saleh Purwanto meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga bisa bekerja optimal. Tidak saja melakukan pengawasan pada aspek perikanan dan kelautan, namun bisa lebih luas lagi melingkupi lingkungan di perairan umum dan darat.

Selain itu, Saleh Purwanto juga meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga melakukan pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan djadikan bahan olahan sehingga ikan yang diolah serta hasil olahannya benar-benar aman untuk dikonsumsi. “Pengawasan tidak hanya pada lingkungan kelautan dan perikanan, tapi juga harus meliputi pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan dijadikan bahan olahan,” paparnya.

Selasa, 31 Mei 2011

Dongkrak Harga Jual Lele Konsumsi, Pembudiaya Harus Melakukan “Grading”

Seiring maraknya budiaya ikan lele di kolam terpal, produksi lele konsumsi di Kabupaten Tabanan belakangan makin melimpah. Namun melimpahnya produksi lele ini ternyata tidak diimbangi dengan manajemen pemasaran yang baik. Akibatnya, harga lele di pasaran sempat anjlok sehingga membuat pembudidaya lele kelimpungan.
Kepala Dinas Perikanan dn Kelautan (Diskanlaut) Kbupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM saat ditemui Manggala di ruang kerjanya, Selasa (10/5) mengakui pembudiaya ikan di Kabupaten Tabanan sebelumnya banyak yang mengeluh karena harga lele sempat turun. Terkait keluhan ini, pihaknya lantas melakukan pengamatan pasar serta melakukan iventarisasi permasalahan di tingkat pembudiaya dan pengepul. “Antara pembudiaya ikan selaku produsen dan pengepul selaku konsumen terjadi mis komunikasi. Harga lele sebenarnya stabil. Bahkan cenderung meningkat,” jelasnya.

Kamis, 17 Maret 2011

Pokdakan Dharma Nadi Tabanan, Kewalahan Penuhi Pesanan Lele


Pembenihan dan pembesaran lele di Bali memiliki prosepek yang cerah karena pasarnya masih terbuka lebar. Hal ini diakui Komang Darma Susila, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Dharma Nadi di Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yang  selama ini masih merasa kewalahan memenuhi pesanan ikan lele ukuran benih dan konsumsi 

Menurut Komang Darma Susila, permintaan benih lele saat ini rata-rata 500 ribu ekor per bulan. Sedangkan kelompok yang dipimpinnya saat ini baru mampu memproduksi benih lele rata-rata 300 ribu ekor per bulan. “Permintaan benih lele cukup tinggi. Kami belum mampu memenuhi,” katanya sambil menambahkan, selain dari daerah Tabanan sendiri, permintaan benih lele juga datang dari Badung, Denpasar dan Singaraja.

Dirjen P2HP KKP Panen Lele di Kabupaten Tabanan



Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan ( P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Victor PH Nikijuluw didampingi sejumlah Direktur dan Kasubdit di lingkungan P2HP melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Tabanan, Jum’at - Sabtu ( 11-12/3). Dari hasil identifikasi di lapangan di beberapa lokasi, Dirjen P2HP sangat mengapresiasi potensi perikanan di Kabupaten Tabanan. Untuk mengembangkan potensi perikanan tersebut, Dirjen P2HP berjanji akan mengucurkan bantuan pembangunan bangsal pengolahan ikan, rumah kemasan dan pasar ikan non ikan konsumsi di Kabupaten Tabanan.

Panen lele
Sebelum Direktur dan Kasubdit  di lingkungan P2HP melakukan identifikasi lapangan, Dirjen Victor didampingi Bupati Tabanan  Ni Putu Eka Wiryastuti dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, mengawalinya dengan melakukan kunjungan di kelompok budidaya ikan (Pokdakan ) Dharma Nadi, Desa Buruan, Penebel. Di lokasi Pokdakan yang diketuai Komang Darma Susila ini, Dirjen P2HP dan Bupati Tabanan melakukan panen lele dumbo di kolam seluas satu are. Selain panen lele, di Pokdakan Dharma Nadi ini, rombongan juga sempat menyaksikan pembenihan ikan hias koi.

Dirjen Budidaya dan P2HP KKP Janjikan Bantuan Mesin Pelet, Rumah Pengemasan dan Pasar Ikan untuk Tabanan



Kunjungan Bupati Tabanan beserta rombongan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) langsung membuahkan hasil. Direktorat Jenderal (Dirjen) Budidaya tahun ini berjanji akan memberikan bantuan mesin pembuatan pelet (pakan ikan) sejumlah dua unit. Sementara dari Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) akan memberikan bantuan pembangunan rumah pengemasan dan pembangunan pasar ikan non konsumsi. Selain itu, KKP juga akan mencanangkan Gerakan Makan Ikan (Gemari) tingkat nasional di Tabanan.

Hal itu terungkap  saat Bupati Tabanan beserta rombongan berkunjung ke Dirjen Perikanan Budidaya di kompleks Kementrian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (22/2) dan di Dirjen P2HP di kompleks KKP, Rabu (23/2). Saat mengunjungi Dirjen Perikanan, Bupati diterima oleh Sekretaris Dirjen Perikanan Budidaya, Samsudin Abas dan sejumlah direktur di lingkungan Dirjen Perikanan Budidaya.

Mesin pellet
Pada kesempatan tersebut, Bupati Wiryastuti memaparkan tentang potensi perikanan budiaya di Kabupaten Tabanan yang cukup luas. Potensi kolam tercatat sekitar 2.000 ha, sedangkan potensi mina padi sekitar 12.000 ha serta danau Beratan seluas 337 Ha. “Potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal akibat adanya berbagai kendala,” katanya berterus-terang. Meski menghadapi kendala, produksi perikanan pada tahun 2010 tercatat sejumlah 1.820 ton, mengalami kelebihan sekitar 100 ton dari yang ditargetkan.

Bupati Tabanan Kunjungi KKP Nyatakan Komitmen Bangun Perikanan



Guna menunjukkan komitemen dan keseriusan Pemkab Tabanan dalam pembangunan  perikanan dan kelautan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menggelar safari / kunjungan kerja (kunker) selama tiga hari mulai Senin (21/2) - Rabu (23/2) di Jakarta. Didampingi  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan serta Kabag Humas dan Protokol, Bupati Wiryastuti mengunjungi Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta.

Bupati Wiryastuti saat beraudisi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP) Gellwynn Jusuf di Gedung Mina Bahari, KKP, Jakarta Pusat, Rabu (23/2), memaparkan potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan serta komitmen Pemkab Tabanan membangun perikanan dan kelautan juga dipaparkan . Pada pertemuan ini, Sekjen KKP didampingi Sekretaris Dirjen Perikanan Tangkap, Ibrahim serta beberapa direktur. Sementara Bupati Tabanan didampingi Kepala Diskanlaut Wirna Ariwangsa dan Kabag Humas Wayan Sarba. 

Bupati Wiryastuti pada kesempatan tersebut  memaparkan tentang pembangunan perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan yang telah dan akan dilakukan sesuai visi Pemkab Tabanan mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman dan berprestasi. “Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang telah dilakukan KKP selama ini dalam pembangunan perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan,” katanya sambil mengharapkan bantuan dan perhatian KKP terhadap Kabupaten Tabanan bisa lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Rabu, 16 Maret 2011

Nelayan Tabanan dapat Kucuran PUMP Rp 1 Miliar

Secara umum, latar belakang dan kondisi nelayan di Indonesia memiliki kesamaan. Yakni skala usahanya kecil, tidak efisien dan produktivitasnya rendah. Usahanya sangat dipengaruhi faktor alam seperti musim. Selain itu, kemiskinannya yang bersifat struktural.

Hal itu diungkapkan Ir. Arif Wiranata, MM, Kasubdit Investasi dan Permodalan, Direktorat Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat memberikan Fasilitasi Ases Permodalan bagi Usaha Penangkapan Ikan di Kabupaten Tabanan, Jum’at (25/2) di aula Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan. Pada acara yang dihadiri puluhan perwakilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Kabupaten Tabanan tersebut, Arif juga mengungkapkan bila nelayan memiliki ases permodalan yang rendah yang disebabkan adanya mis komunikasi antara nelayan dan perbnakan, keterbatasan kondisi nelayan dan kurangnya pendampingan.

Terekait berbagai permasalahan rendahnya akses permodalan tersebut, pada kesempatan tersebut KKP juga menghadirkan narasumber dari BI Denpasar dan BNI Tabanan untuk memberikan sosialisasi skim kredit untuk UKM (Usaha Kecil Menengah), termasuk di dalamnya para nelayan. “Adanya kegiatan fasilitasi ini, kita berharap ke depan nelayan di Tabanan bisa mengakses permodalan atau kredit yang disediakan oleh perbankan,” ujar Gentur Wibisono, Analis Madya dari Kantor BI Denpasar selaku narasumber.

Galakkan Budidaya Lele di Kolam Terpal Bupati Tabanan Budidayakan Lele di Rumdin

Guna menggalakkan budidaya ikan lele di kolam terpal sekaligus memasyarakatkan makan ikan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti turun tangan langsung dengan memberikan contoh budidaya lele di halaman belakang rumah dinas (Rumdin).
 Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM, Bupati Tabanan menebarkan benih lele sujumlah 2.500 ekor di kolam terpal berukuran 3 x 4 meter, Rabu (16/2).
Menurut Bupati Wiryastuti, budidaya lele yang dilakukan di Rumdin ini, selain sebagai salah satu bentuk apresiasinya pada budidaya ikan juga dimaksudkan untuk memotivasi masyarakat dalam pengembangan budidaya ikan, khususnya ikan lele di kolam terpal. “Saya juga sudah menginstruksikan masing-masing Kepala SKPD untuk memelihara ikan lele di rumah dinasnya masing-masing,” ujarnya.

Senin, 17 Januari 2011

Sambut Tahun Baru Masyarakat Tabanan Serap Ikan 5 Ton

Menu ikan saat ini tampaknya sudah menjadi salah satu menu favorit bagi masyarakat Tabanan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat Tabanan yang mencari ikan untuk dijadikan menu harian. Bahkan, pada perayaan Tahun Baru 2011 lalu, sekitar lima ton ikan air tawar dan laut habis diserbu masyarakat Tabanan.
I Made Sukarma, petugas KPN Ikan Mas yang bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan menjual ikan air tawar di BBI Pesiapan kepada Manggala mengemukakan, untuk menyambut tahun baru 2011 lalu, pihaknya menyediakan ikan sejumlah 2,5 ton. Dibanding tahun sebelumnya, mengalami peningkatan sekitar o,5 ton. “Dari stok yang kami sediakan seluruhnya habis terjual diserbu masyarakat Tabanan sejak pagi hingga siang hari,” tegasnya.