Kabupaten Tabanan secara geografis terletak pada posisi 1440 54”52” – 1500 12”57” Bujur Timur dan 8014”30” – 8038”07” Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Tabanan tercatat 839,33 km2 yang terbagi atas 10 wilayah kecamatan masing-masing : Kecamatan Tabanan (luasnya 51,40 km2), Kediri (53,60 km2), Marga (44,79 km2), Baturiti (99,17 km2), Penebel (141,98 km2), Kerambitan (42,39 km2), Selemadeg Timur ( 54,78 km2), Selemadeg ( 52,05 km2), Selemadeg Barat (120,15 km2) dan Kecamatan Pupuan dengan luas 179,02 km2
Potensi perikanan di kabupaten Tabanan cukup beragam berupa potensi wilayah, sumber daya alam dan
kelautan. Ketersediaan sumber mata air yang banyak dan aliran sungai yang
mengalir sepanjang tahun serta kondisi perairannya yang relatif rendah
pencemaran, telah mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha agribisnis perikanan
air tawar dalam bentuk budi daya ikan di kolam, sawah, saluran irigasi maupun
pengembangan budidaya ikan di jakapung ( jaring kantong apung ).

Potensi budidaya ikan air tawar terdiri dari potensi
budidaya ikan di sawah tercatat sekitar 12.158,2 ha, kolam air tenang 2.014,4 ha, saluran irigasi
114,5 ha dan budidaya Jakapung di Danau Beratan 20 ha. Dari potensi yang ada
tersebut, sampai saat ini pemanfaatannya masih tergolong kecil. Budidaya ikan
di sawah baru dimanfaatkan 89,07 ha atau
sekitar 0,73 persen, budidaya di kolam 85,8 ha atau sekitar 4,25 persen,
budidaya di saluran irigasi 38,5 ha atau sekitar 33,2 persen dan budidaya di jakapung 5 ha atau sekitar 25 persen.
![]() | |||
| Bupati Tabanan (kanan) dan Kadis Perikanan (kiri) |

