Tampilkan postingan dengan label ikan karper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan karper. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

Budidaya Ikan Karper



 
Ikan karper atau ikan mas (Cyorinus carpio, L.) merupakan spesies ikan air tawar yang sudah lama dibudidayakan di Kabupaten Tabanan, Bali dan di Indonesia
       Berdasarkan keanekaragaman genetik, ikan karper memiliki keistimewaan karena banyak strain/ras. Hal ini disebabkan karena: 1) penyebaran daerah asal mulai dari Cina sampai ke daratan Eropa sangat luas dengan keadaan lingkungan yang bervariasi dan secara geografis terisolasi, 2) daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan, 3) akumulasi mutasi dan 4) seleksi secara alami maupun oleh karya manusia.
        Daya adaptasi yang tinggi juga menyebabkan ikan mas dapat hidup dalam ekosistem dataran rendah sampai dataran tinggi (sampai ketinggian 1800 m dpl.). Strain tersebut tampak dari keragaman bentuk sisik, bentuk tubuh dan warna. Beberapa strain yang sudah di kenal di tanah air diantaranya adalah Majalaya, Punten, Sinyonya, Domas, Merah/Cangkringan, Kumpai dan sebagainya.
      Usaha pemeliharaan ikan mas makin berkembang, dengan ditemukannnya teknologi pembesaran secara intensif di KJA (karamba jaring apung) dan KAD (kolam air deras). Dengan demikian kebutuhan benih makin meningkat.

Jumat, 31 Agustus 2012

Budidayakan Ikan di Saluran Irigasi, Pemuda Sudimara Komitmen Jaga Ekosistem Lingkungan

 Mantan Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama, tebar ikan di saluran irigasi
 
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kelangsungan ekosistem lingkungan, generasi muda Banjar yeh Gangga Desa Sudimara Tabanan yang tergabung dalam Sekaa Teruna Teruni (STT ) Tunas Muda bersama krama adat setempat melakukan kegiatan bersih-bersih dan budidaya ikan di saluran irigasi desa setempat.

Ketua STT Tunas Muda Gede Januarta, Minggu (15/4) mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemuda setempat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. “Mendukung program Bali Clean and Green yang dicanangkan Pemprof Bali bias dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah melalui kegiatan budidaya ikan di saluran irigasi seperti yang kami lakukan ini,” katanya.

Kamis, 22 Juli 2010

Bupati Wiryatama Kecewa Ribuan Ikan yang Ditebarkan Mati Keracunan



Ikan nila dan karper yang ditebarkan oleh Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama, Senin (28/6) di saluran irigasi Subak Kediri, Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan, Senin (5/7) malam sekitar jam 19.30 ditemukan banyak yang mati. Beberapa saat kemudian, jumlah ikan yang mati semakin banyak mencapai ribuan ekor dengan berat diperkirakan sekitar empat ton. Ikan yang mati secara massal ini diduga akibat keracunan.

Bupati Tabanan, N. Adi Wiryatama yang saat kejadian langsung turun ke lokasi menyatakan penyesalannya karena ikan yang ditebarkan di saluran irigasi untuk percontohan tersebut akhirnya mati yang diduga kuat akibat keracunan. “Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Agar hal ini tak terulang lagi, saya berharap pihak keamanan untuk mengusutnya,” katanya sambil menambahkan, kejadian ini bisa membuat masyarakat yang akan membudidayakan ikan menjadi jera.