Kamis, 22 Juli 2010

Bupati Wiryatama Kecewa Ribuan Ikan yang Ditebarkan Mati Keracunan



Ikan nila dan karper yang ditebarkan oleh Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama, Senin (28/6) di saluran irigasi Subak Kediri, Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan, Senin (5/7) malam sekitar jam 19.30 ditemukan banyak yang mati. Beberapa saat kemudian, jumlah ikan yang mati semakin banyak mencapai ribuan ekor dengan berat diperkirakan sekitar empat ton. Ikan yang mati secara massal ini diduga akibat keracunan.

Bupati Tabanan, N. Adi Wiryatama yang saat kejadian langsung turun ke lokasi menyatakan penyesalannya karena ikan yang ditebarkan di saluran irigasi untuk percontohan tersebut akhirnya mati yang diduga kuat akibat keracunan. “Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Agar hal ini tak terulang lagi, saya berharap pihak keamanan untuk mengusutnya,” katanya sambil menambahkan, kejadian ini bisa membuat masyarakat yang akan membudidayakan ikan menjadi jera.

Dari Haasil Lomba Mancing, Bupati Wiryatama Sumbang Pura Rp 100 Juta



Bupati Tabanan N.Adi Wiryatama atas nama keluarga, Sabtu (17/7) menggelar lomba mancing di kolam UPR Pokdakan Eka Murti, Banjar Tegeh, Desa Angseri. Kegiatan lomba mancing kali kedua yang diikuti oleh 250 peserta yang masing-masing dikenakan tiket seharga Rp 1 juta ini, dimaksudkan untuk penggalian dana guna melanjutkan pembangunan Pura Luhur Kahyangana Jagat Pucak Sari Nadi di desa setempat.

Lomba mancing yang memperebutkan door prize hadiah utama berupa mobil Suzuki Pick Up ini, dibuka Bupati Tabanan Adi Wiryatama sekitar pukul 09.10 yang ditandai dengan pemukulan kentongan. “Panitia telah menebarkan ikan nila, lele dumbo, karper dan ikan patin. Juara mancing ditentukan dari perolehan ikan lele berpita tercepat,” ujar Bupati wiryatama dalam sambutan singkatnya sebelum membuka acara mancing.

Minggu, 23 Mei 2010

118 Tenaga Pendamping PNPM Mandiri KP Kunjungi Kelompok Perikanan di Tabanan




 Kabupaten Tabanan memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Selama ini dikenal sebagai daerah sentra perikanan dan kelautan di Bali yang cukup menonjol dan lengkap.

Abdul Hanan, S.Pi dari Tim pusat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP) mengemukakan hal itu saat mendampingi 118 orang tenaga PNPM Mandiri KP dari 58 kabupaten/kota, saat mengunjungi kelompok perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan, Rabu (19/5)

Menurut Hanan, kunjungan tenaga pendamping PNPM Mandiri KP di Kabupaten Tabanan ini juga dimaksudkan untuk melakukan observasi lapangan guna menumbuhkan wawasan tenaga pendamping PNPM Mandiri KP. ”Jumlah tenaga pendamping yang ikut obervasi lapangan tercatat 118 orang yang berasal dari 58 kabupaten/kota seluruh Sumatera dan Jawa plus dari Kabupaten Sorong dan Manukwari, Papua,” katanya sambil menambahkan, tenaga pendamping dari Tingkat Regional I Wilayah Sumatera dan Jawa yang mengunjungi Tabanan ini, tengah melaksanakan pelatihan di Kuta (17/5 – 22/5). ”Salah satu materi pelatihan adalah melakukan observasi lapangan pada kelompok perikanan penerima PNPM Mandiri KP dan kelompok non PNPM Mandiri KP,” tambahnya.