Tampilkan postingan dengan label nelayan tabanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nelayan tabanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Laporkan Pencurian Lobster Nelayan Tabanan “Nglurug” Ke Mapolres



Sebanyak 25 orang nelayan dari enam kecamatan wilayah pesisir di Kabupaten Tabanan, nglurug (mendatangi) Mapolres Tabanan, Rabu (22/6). Mereka menemui Kapolres guna melaporkan semakin banyaknya lobster yang ditangkap dengan bubu hilang dicuri di tengah laut.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa yang mendampingi perwakilan kelompok nelayan tersebut, dalam laporannya mengungkapkan bila sejak dua bulan terakhir ini, bubu lobster yang dipasang nelayan di tengah laut sering hilang dicuri. Pencurinya diduga kuat nelayan andon (pendatang) dari luar wilayah Tabanan yang menggunakan perahu bermesin 40 PK. Modusnya, mereka mendatangi lokasi pemasangan bubu. Berikutnya, mereka mengangkat bubu dan mengambil lobster yang terperangkap di dalamnya. Ada juga di antaranya yang melakukan penyelaman dan merusak bubu dengan arit atau pisau untuk mengambil lobsternya. “Perahu yang digunakan berkisar 2 – 4 buah yang beroperasi pada malam hari hingga menjelang pagi,” lapornya.

Kamis, 22 Juli 2010

Dua Nelayan Pasut Digulung Ombak Besar, Diskanlaut Himbau Nelayan Tidak Melaut



Dua orang nelayan dari masing-masing I Made Sudira dan I Made Sandiyasa, Kamis (22/7) kemarin hilang digulung ombak besar di Pantai selatan Tabanan. Hingga berita ini ditulis, kedua nelayan dari Br. Pasut, Desa Tibubiyu, Kerambitan tersebut belum ditemukan. Sementara sekitar jam 13.00 perahu yang digunakan kedua nelayan tersebut ditemukan terdampar di Pantai Pasut dalam kondisi hancur tanpa mesin tempel.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kedua nelayan anggota Kelompok Segara Nadi 2 Desa Tibubiyu tersebut melaut sekitar pukul 11.45 menggunakan perahu dengan mesin tempel bantuan dari pemerintah. Keduanya nekat melaut meski pada saat itu kondisi ombak cukup besar. Baru beberapa saat melaut, tiba-tiba ombak besar datang menghantam dan membalikkan perahu. Kedua nelayan yang tidak menggunakan baju pelampung tersebut, diduga terpental dan tenggelam terseret arus. Sekitar pukul 13.00 perahu kayu yang sudah dalam kondisi hancur ditemukan terdampar di pantai.