Nelayan di Tabanan tahun ini mendapat bantuan beras sejumlah 7,7 ton dan bantuan program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap senilai Rp 10 milyar.
Bantuan beras tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada perwakilan kelompok nelayan, Selasa (14/6) di ruang rapat lantai III kantor bupati setempat. Sedangkan bantuan program PUMP diserahkan secara simbolis oleh Direktur Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap (PUPI), Tyas Budiaman .
Bupati Wiryastuti dalam sambutannya mengungkapkan, bantuan beras merupakan berkah yang luar biasa bagi nelayan di Tabanan yang belakangan tidak bias melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat. Sementara bantuan program PUMP Perikanan Tangkap diharapkan bisa merangsang perekonomian sektor perikanan tangkap yang pelaku utamanya para nelayan.
Terkait bantuan yang diterima nelayan di Tabanan tersebut, Bupati Wiryastuti menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerinmtah pusat. Bupati mengakui, mengingat ketersediaan anggaran yang terbatas, pihaknya tidak bisa lepas dari bantuan pemerintah pusat. Untuk itu, koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat harus terjalin terus untuk mewujudkan Tabanan Serasi.
Blog ini dibuat sebagai dedikasi untuk memajukan dunia Perikanan dan Kelautan di Kabupaten Tabanan - Bali.
Rabu, 15 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Menambang Pasir Laut Melanggar UU No. 27
Menambang pasir laut melanggar UU RI nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Bisa dikenakan sanksi pidana penjara 2 – 5 tahun dan denda Rp 2 – 10 miliar.
Hal itu diungkapkan Saleh Purwanto, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali di sela-sela penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Tirta Gangga, dalam Lomba Pokmaswas Tingkat Provinsi Bali di Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Senin (30/5).
Hal itu diungkapkan Saleh Purwanto, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali di sela-sela penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Tirta Gangga, dalam Lomba Pokmaswas Tingkat Provinsi Bali di Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Senin (30/5).
Pokmaswas Tirta Gangga Duta Tabanan Dinilai Tim Provinsi
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) merupakan harapan dan tumpuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan dalam penyelamatan lingkungan.
Ketua Tim Penilai Lomba Pokmaswas tingkat Provinsi Bali, Ir. Saleh Purwanto mengemukakan hal itu saat memberikan sambutan dalam penilaian lomba Pokmaswas di Sekretariat Pokmasawas Tirta Gangga, Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. Terkait hal itu, Saleh Purwanto meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga bisa bekerja optimal. Tidak saja melakukan pengawasan pada aspek perikanan dan kelautan, namun bisa lebih luas lagi melingkupi lingkungan di perairan umum dan darat.
Selain itu, Saleh Purwanto juga meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga melakukan pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan djadikan bahan olahan sehingga ikan yang diolah serta hasil olahannya benar-benar aman untuk dikonsumsi. “Pengawasan tidak hanya pada lingkungan kelautan dan perikanan, tapi juga harus meliputi pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan dijadikan bahan olahan,” paparnya.
Ketua Tim Penilai Lomba Pokmaswas tingkat Provinsi Bali, Ir. Saleh Purwanto mengemukakan hal itu saat memberikan sambutan dalam penilaian lomba Pokmaswas di Sekretariat Pokmasawas Tirta Gangga, Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. Terkait hal itu, Saleh Purwanto meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga bisa bekerja optimal. Tidak saja melakukan pengawasan pada aspek perikanan dan kelautan, namun bisa lebih luas lagi melingkupi lingkungan di perairan umum dan darat.
Selain itu, Saleh Purwanto juga meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga melakukan pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan djadikan bahan olahan sehingga ikan yang diolah serta hasil olahannya benar-benar aman untuk dikonsumsi. “Pengawasan tidak hanya pada lingkungan kelautan dan perikanan, tapi juga harus meliputi pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan dijadikan bahan olahan,” paparnya.
Selasa, 31 Mei 2011
Dongkrak Harga Jual Lele Konsumsi, Pembudiaya Harus Melakukan “Grading”
Seiring maraknya budiaya ikan lele di kolam terpal, produksi lele konsumsi di Kabupaten Tabanan belakangan makin melimpah. Namun melimpahnya produksi lele ini ternyata tidak diimbangi dengan manajemen pemasaran yang baik. Akibatnya, harga lele di pasaran sempat anjlok sehingga membuat pembudidaya lele kelimpungan.
Kepala Dinas Perikanan dn Kelautan (Diskanlaut) Kbupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM saat ditemui Manggala di ruang kerjanya, Selasa (10/5) mengakui pembudiaya ikan di Kabupaten Tabanan sebelumnya banyak yang mengeluh karena harga lele sempat turun. Terkait keluhan ini, pihaknya lantas melakukan pengamatan pasar serta melakukan iventarisasi permasalahan di tingkat pembudiaya dan pengepul. “Antara pembudiaya ikan selaku produsen dan pengepul selaku konsumen terjadi mis komunikasi. Harga lele sebenarnya stabil. Bahkan cenderung meningkat,” jelasnya.
Kepala Dinas Perikanan dn Kelautan (Diskanlaut) Kbupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM saat ditemui Manggala di ruang kerjanya, Selasa (10/5) mengakui pembudiaya ikan di Kabupaten Tabanan sebelumnya banyak yang mengeluh karena harga lele sempat turun. Terkait keluhan ini, pihaknya lantas melakukan pengamatan pasar serta melakukan iventarisasi permasalahan di tingkat pembudiaya dan pengepul. “Antara pembudiaya ikan selaku produsen dan pengepul selaku konsumen terjadi mis komunikasi. Harga lele sebenarnya stabil. Bahkan cenderung meningkat,” jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



