Tampilkan postingan dengan label pokmaswas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pokmaswas. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 April 2014

Pokmaswas Tirta Gangga Duta Tabanan 2014



Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Tirta Gangga, banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan kembali dipercaya menjadi Duta Tabanan dalam lomba Pokmaswa Provinsi Bali tahun 2014. Pokmaswas yang tahun 2011 ini meraih juara II Provinsi ini, dinilai Tim Provinsi Bali, Selasa (22/4).

Ketua Tim Penilai Lomba Pokmaswas Provinsi Bali Made Sudarsana dalam sambutannya mengungkapkan, penilaian ini ingin memotret dan melihat kinerja Pokmaswas secara nyata di lapangan, sekaligus untuk pembinaan.

Menurut Sudarsana, dalam lomba kali ini penilaian kinerja Pokmaswas meliputi tiga aspek yakni aspek teknis, sosial dan manajemen. "Dibanding lomba sebelumnya, kami berharap tiga aspek yang dinilai tersebut mengalami peningkatan," harapnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan Made Subagia berharap lomba kali ini bisa menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kinerja Pokmaswas di masa mendatang.

Made Subagia juga mengungkapkan, saat ini di Kabupaten Tabanan ada tujuh Pokmaswas. "Keberadaan Pokmaswas terbukti bisa memberikan dampak positif terhadap bidang pengelolaan, perlindungan dan pengawasan kelautan dan perikanan di Kabupaten Tabanan," ujarnya

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Tirta Gangga Ketut Linggih dalam laporannya mengungkapkan, Pokmaswas Tirta Gangga berdiri sejak September 2004 ini memiliki anggota 83 orang. "Anggota kelompok terdiri dari beberapa unsur yakni tokoh masyarakat, generasi muda dan kelompok nelayan," paparnya.




Menurut Linggih, kelompoknya telah melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya penyelamatan dan pelepasan tukik, penyelamatan korban tenggelam, pengamanan lomba mancing di laut serta kegiatan lainnya di bidang pengelolaan, perlindungan dan pengawasan kelautan dan perikanan.

Selain berbagai kegiatan tersebut, Pokmaswas Tirta Gangga juga telah meraih berbagai prestasi. Di antaranya juara pertama lomba Pokmaswa tingkat Kabupaten Tabanan tahun 2007, 2011 dan  2014. "Pada tahun 2011 kami juga meraih prestasi juara dua lomba Pokmaswas tingkat provinsi Bali," katanya sambil berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan tahun ini. (gus)

Rabu, 22 Juni 2011

Nelayan Sering Kehilangan Lobster, HNSI dan Pokmaswas Tabanan Berang



Nelayan di Kabupaten Tabanan yang sebagian besar mengandalkan  hasil tangkapannya di laut berupa lobster, belakangan banyak yang mengeluh karena lobster yang ditangkap dengan bantuan bubu sering hilang dicuri orang. Menerima keluhan tersebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kabupaten Tabanan berang.  Mereka akan mengadukannya ke Polres Tabanan untuk mencari solusi terbaik.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Tabanan Ir. I Ketut Arasana Yasa mengemukakan, kehilangan lobster di laut tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Namun belakangan pihaknya sering menerima laporan tersebut dari para nelayan di Tabanan. “Nelayan yang melapor kehilangan bubu dan lobster semakin banyak. Jumlah lobster yang hilang dicuri tersebut bisa satu ton sebulan. Kalau harga lobster rata-rata Rp 200 ribu per kilo gram, jumlah kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Rabu, 08 Juni 2011

Pokmaswas Tirta Gangga Duta Tabanan Dinilai Tim Provinsi

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) merupakan harapan dan tumpuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan dalam penyelamatan lingkungan.

Ketua Tim Penilai Lomba Pokmaswas tingkat Provinsi Bali, Ir. Saleh Purwanto mengemukakan hal itu saat memberikan sambutan dalam penilaian lomba Pokmaswas di Sekretariat Pokmasawas Tirta Gangga, Br. Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. Terkait hal itu, Saleh Purwanto meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga bisa bekerja optimal. Tidak saja melakukan pengawasan pada aspek perikanan dan kelautan, namun bisa lebih luas lagi melingkupi lingkungan di perairan umum dan darat.

Selain itu, Saleh Purwanto juga meminta agar Pokmaswas Tirta Gangga melakukan pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan djadikan bahan olahan sehingga ikan yang diolah serta hasil olahannya benar-benar aman untuk dikonsumsi. “Pengawasan tidak hanya pada lingkungan kelautan dan perikanan, tapi juga harus meliputi pengawasan terhadap ikan-ikan yang akan dijadikan bahan olahan,” paparnya.

Kamis, 19 Agustus 2010

Lomba Perikanan Tingkat Provinsi, Dua Duta Tabanan Raih Prestasi Terbaik

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) “Giri Gangga Merta”, Desa Candi Kuning, Baturiti dan Kelompok Pengolah Ikan “Tuna Segara” Br. Tegeh, Desa Angseri, Baturiti yang menjadi duta Kabupaten Tabanan dalam lomba perikanan tingkat Provinsi Bali tahun 2010, keluar sebagai juara pertama. Hadiah sebagai juara pertama berupa uang tunai, trophy dan piagam telah diterima masing-masing ketua kelompok dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat apel HUT Provinsi Bali di lapangan Puputan Renon, Denpasar, Sabtu (14/8).

Ketua Pokmaswas “Giri Gangga Merta”, Dewa Putu Adnyana seusai menerima hadiah mengemukakan rasa bangga dan syukurnya karena kelompoknya yang baru berdiri tahun 2008 lalu berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Pokmaswas Tingkat Provinsi Bali tahun 2010. “Kalau melihat Pokmaswas pesaing yang rata-rata sudah berdiri lama, prestasi yang kami raih ini merupakan kejutan yang menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya berterus-terang.