Tampilkan postingan dengan label HNSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HNSI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2012

Laporkan Pencurian di Tengah Laut, Nelayan “Nglurug” Ke Mapolres Tabanan


Suasana pertemuan antara Kapolres Tabanan, Kadiskanlaut, HNSi serta pengurus kelompok nelayan di Mapolres Tabanan.

DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesi (HNSI) bersama 25 orang nelayan dari enam kecamatan wilayah pesisir di Kabupaten Tabanan, nglurug (mendatangi) Mapolres Tabanan, Senin (23/4). Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan Nyoman wirna Ariwangsa, mereka menemui Kapolres AKBP Dekananto Eko Purwono guna melaporkan adanya pencurian alat tangkap dan hasil tangkapan berupa lobster di tengah laut.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa mengemukakan, kehadirannya bersama pengurus kelompok nelayan di Tabanan untuk bersilaturhami dengan Kapolres sekaligus menyampaikan keluhan para nelayan yang sering kehilangan alat tangkap berupa bubu, pancing, jaring hingga jukung (perahu) serta hasil tangkapan berupa lobster. “Nelayan sering kehilangan lobster beserta bubunya di tengah laut,” ungkap Sadam.

Rabu, 22 Juni 2011

Nelayan Sering Kehilangan Lobster, HNSI dan Pokmaswas Tabanan Berang



Nelayan di Kabupaten Tabanan yang sebagian besar mengandalkan  hasil tangkapannya di laut berupa lobster, belakangan banyak yang mengeluh karena lobster yang ditangkap dengan bantuan bubu sering hilang dicuri orang. Menerima keluhan tersebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kabupaten Tabanan berang.  Mereka akan mengadukannya ke Polres Tabanan untuk mencari solusi terbaik.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Tabanan Ir. I Ketut Arasana Yasa mengemukakan, kehilangan lobster di laut tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Namun belakangan pihaknya sering menerima laporan tersebut dari para nelayan di Tabanan. “Nelayan yang melapor kehilangan bubu dan lobster semakin banyak. Jumlah lobster yang hilang dicuri tersebut bisa satu ton sebulan. Kalau harga lobster rata-rata Rp 200 ribu per kilo gram, jumlah kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.