Tampilkan postingan dengan label bubu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bubu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Nelayan Sering Kehilangan Lobster, HNSI dan Pokmaswas Tabanan Berang



Nelayan di Kabupaten Tabanan yang sebagian besar mengandalkan  hasil tangkapannya di laut berupa lobster, belakangan banyak yang mengeluh karena lobster yang ditangkap dengan bantuan bubu sering hilang dicuri orang. Menerima keluhan tersebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kabupaten Tabanan berang.  Mereka akan mengadukannya ke Polres Tabanan untuk mencari solusi terbaik.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Tabanan Ir. I Ketut Arasana Yasa mengemukakan, kehilangan lobster di laut tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Namun belakangan pihaknya sering menerima laporan tersebut dari para nelayan di Tabanan. “Nelayan yang melapor kehilangan bubu dan lobster semakin banyak. Jumlah lobster yang hilang dicuri tersebut bisa satu ton sebulan. Kalau harga lobster rata-rata Rp 200 ribu per kilo gram, jumlah kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Selasa, 28 September 2010

Pasang Bubu Lobster di Laut Nelayan Yeh Gangga Manfaatkan Internet


Nelayan di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan yang tergabung ke dalam Kelompok Nelayan Dharma Murti (KNDM) ternyata telah memanfaatkan internet dalam usahanya. Baik itu saat akan melakukan penangkapan ikan maupun saat akan melakukan pemasangan bubu lobster di laut.

Dewa Made Bakuh, anggota KNDM yang dikenal sebagai pengepul lobster ditemui di lapangan, Senin (30/8) mengemukakan, pemanfaatan internet sudah dilakukan beberapa bulan terakhir ini. Dari internet, dirinya dan anggota kelompok lainnya bisa mengetahui prediksi tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin dan cuaca. “Kalau gelombang rendah, kami pasang bubu di daerah pinggir. Tapi kalau ombak atau gelombangnya tinggi, kami akan mengaso karena kalau dipaksakan memasang bubu harus ke tengah laut dan resiko hanyutnya juga besar,’ jelasnya.

Kamis, 22 Juli 2010

Ombak Besar, Nelayan Dihimbau tidak Melaut



Beberapa hari terakhir ini, ombak di laut selatan Tabanan tergolong besar dengan ketinggian berkisar 2 – 4 meter. Terkait kondisi tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Tabanan menghimbau agar nelayan di wilayah Kabupaten Tabanan untuk tidak melaut dulu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Diskanlaut Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/7) membenarkan bila ombak laut di wilayah Kabupaten Tabanan belakangan cukup besar. Menurut Ariwangsa, munculnya angin kencang dan ombak besar yang terjadi belakangan ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjada pada musim pancaroba. “Pada musim pancaroba seperti saat ini, biasanya angin bertiup kencang dan ombak besar. Hal ini merupakan siklus tahunan,” katanya sambil menghimbau para nelayan di Tabanan untuk sementara waktu tidak melaut dulu.