 |
| Ketua Poklahsar Karya Lestari Ni Made Putriningsih Wirna serahkan buku profil kelompok |
Tim Penilai lomba UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Provinsi Bali
tahun 2014 menilai Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) hasil
perikanan Karya Lestari, banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan, Selasa
(17/6).
Ketua Tim Penilai Lomba Agung Sanjaya dalam sambutannya
mengungkapkan, penilaian ini ingin memotret dan melihat kinerja
Poklahsar secara nyata di lapangan, sekaligus untuk pembinaan. Menurut
Sanjaya, dalam lomba kali ini penilaian kinerja Poklahsar meliputi dua
aspek yakni aspek Teknis serta Aspek Bisnis dan Kelembagaan.
Agung Sanjaya juga berpesan agar dalam memproduksi olahan ikan
Poklahsar Karya Lestari selalu memperhatikan kualitas melalui proses
produksi dengan sistem rantai dingin. “Hygenitas dan keamanan pangan
harus mendapat perhatian tersendiri,” pesannya.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan Made Subagia
mengemukakan dalam lomba UMKM tingkat provinsi, duta Tabanan selalu
masuk dalam tiga besar. Beberapa kali bahkan berhasil meraih Juara
pertama. “Pada tahun 2010 Duta Tabanan bahkan berhasil meraih prestasi
di tingkat nasional,” ujarnya.
Terkait hal itu pihaknya berharap Karya Lestari bisa mengikuti jejak
duta sebelumnya meraih prestasi di tingkat provinsi. Subagia juga
berharap lomba kali ini bisa menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan
kinerja Poklahsar Karya Lestari di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Poklahsar Karya Lestari Ni Made Putriningsih
Wirna dalam laporannya mengungkapkan, Poklahsar Karya Lestari berdiri
sejak 10 Juli 2010 dan telah dikukuhkan oleh Kepala Desa Dauh Peken
tanggal 8 November 2010. “Berdasarkan Penilaian dari BP3K Tabanan,
Poklahsar Karya Lestari saat ini telah dikukuhkan menjadi Kelas Madya
oleh Camat Tabanan,” paparnya.
Menurut Putriningsih Wirna, usaha utama kelompoknya saat ini adalah
pengolahan nugget ikan lele. Sedangkan usaha olahan ikan lainnya yang
dilaksanakan sebagai kegiatan pendukung di antaranya adalah bakso, kaki
naga, abon, keong mas, chip, steak, siomay, kerupuk kulit lele dan jus
rumput laut.”Produk kami telah dipasarkan hingga ke luar daerah
Tabanan,” ujarnya.
Putriningsih Wirna juga melaporkan Poklahsar Karya Lestari ini juga
telah dipercaya dan ditetapkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP)Kementrian Kelautan dan
Perikanan (KKP) sejak 24 Mei 2012 menjadi Pusat Pelatihan Mandiri
Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di bidang pengolahan ikan. “Sebagai
P2MKP, Karya Lestari telah melatih ratusan orang pelaku perikanan di
bidang pengolahan ikan,” paparnya. (gus)