Tampilkan postingan dengan label Penilaian Poklahsar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penilaian Poklahsar. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Maju ke Tingkat Nasional, Poklahsar Karya Lestari Bali Diverifikasi


 Tabanan - Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) hasil perikanan Karya Lestari Kabupaten Tabanan yang menjadi Duta Bali dalam lomba UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Pengolahan Perikanan  diverifikasi oleh Tim nasional, Kamis (21/8)

Ketua Tim Verifikasi Dr. Trisna Ningsih, A.Pi, M.Si dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, Poklahsar Karya Lestari merupakan satu dari 22 Poklahsar di Indonesia yang diverifikasi. "Dari 33 provinsi di Indonesia, ada 22 Poklahsar yang telah lolos seleksi administrasi dan sekrang diverifikasi langsung di lapangan," katanya.


Jumat, 31 Agustus 2012

Lomba UKM Pengolahan Hasil Perikanan Poklahsar Cipta Lestari Dinilai Tim Provinsi




Kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) Cipta Lestari Desa Bajera, Selemadeg yang menjadi duta Kabupaten Tabanan dalam lomba UKM Pengolahan Hasil Perikanan, Kamis (7/6) dinilai oleh Tim Provinsi Bali

Ketua Poklahsar Cipta Lestari M. Choiron Sudiarta dalam laporannya mengungkapkan, kelompoknya yang beranggotakan 11 orang ini baru terbentuk secara resmi pada tahun 2010 lalu. Sebelumnya, anggota kelompok secara perorangan menekuni pembuatan kue yang dirintis sejak tahun 1988. Dari pembuatan kue ini, akhirnya pada tahun 2009 mulai merintis membuat kue yang bahan dasarnya dari ikan teri. “Sejak membuat ikan teri berselimut wijen inilah, kami mulai dapat pembinaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan sehingga pada tahun 2010 kami memutuskan untuk membentuk kelompok,” katanya berterus-terang.

Menurut Choiron, berkat pembinaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan, kelompoknya pada tahun 2010 mewakili Kecamatan Selemadeg mengikuti lomba pengolahan ikan di tingkat kabupaten dan berhasil meraih juara II. Setahun berikutnya, dalam lomba yang sama kelompoknya akhirnya berhasil meraih juara I dan dipercaya mewakili kabupaten untuk berlomba di tingkat provinsi.  “Meski kelompok kami baru berdiri, kami telah beberapa kali mengikuti pameran dalam berbagai even di Kabupaten Tabanan sehingga produk kami semakin dikenal masyarakat,” paparnya.

Choiron menjelaskan, dari usaha ikan teri berselimut wijen yang ditekuni kelompoknya, setiap tahun memiliki omzet sekitar Rp 46 juta. Sementara dari produk perikanan lainnya seperti olahan betutu gurami, bakso ikan, nugget ikan dan abon ikan memiliki omzet bervariasi berkisar Rp 45 – 68 juta per tahun. “Usaha utama kami memang berupa keripik ikan teri berselimut wijen. Selain itu kami juga memproduksi aneka olahan ikan lainnya seperti bakso, nugget dan abon ikan,” paparnya.