Kamis, 19 Agustus 2010

Terima Bantuan Paket Wirausaha Model Napi Tabanan Budidayakan Lele Dumbo


Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan bantuan benih lele dumbo secara simbolis kepada Kepala LP Tabanan Kristiyanto Wiwoho.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam acara penyerahan remisi kepada narpidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Tabanan, Selasa (17/8), juga berkesempatan menyerahkan bantuan benih ikan lele dumbo untuk dibudidayakan napi setempat. Bantuan benih ikan lele dumbo secara simbolis diterima Kepala LP setempat, Kristiyanto Wiwoho.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM yang hadir mendampingi Bupati Tabanan seusai penyerahan bantuan mengemukakan, bantuan benih lele dumbo kepada napi di LP Tabanan ini merupakan bantuan dari Paket Wirausaha Model yang dikucurkan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Perikanan Budidaya. “Paket Wirausaha Model yang dikelola oleh para narapidana ini baru kali pertama di Bali,” katanya sambil menambahkan, paket bantuan yang diberikan kepada para napi di LP Tabanan ini berupa benih ikan lele dumbo sejumlah 30.000 ekor dan pakan sejumlah 4 ton.

Lomba Perikanan Tingkat Provinsi, Dua Duta Tabanan Raih Prestasi Terbaik

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) “Giri Gangga Merta”, Desa Candi Kuning, Baturiti dan Kelompok Pengolah Ikan “Tuna Segara” Br. Tegeh, Desa Angseri, Baturiti yang menjadi duta Kabupaten Tabanan dalam lomba perikanan tingkat Provinsi Bali tahun 2010, keluar sebagai juara pertama. Hadiah sebagai juara pertama berupa uang tunai, trophy dan piagam telah diterima masing-masing ketua kelompok dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat apel HUT Provinsi Bali di lapangan Puputan Renon, Denpasar, Sabtu (14/8).

Ketua Pokmaswas “Giri Gangga Merta”, Dewa Putu Adnyana seusai menerima hadiah mengemukakan rasa bangga dan syukurnya karena kelompoknya yang baru berdiri tahun 2008 lalu berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Pokmaswas Tingkat Provinsi Bali tahun 2010. “Kalau melihat Pokmaswas pesaing yang rata-rata sudah berdiri lama, prestasi yang kami raih ini merupakan kejutan yang menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya berterus-terang.

Kamis, 22 Juli 2010

Dua Nelayan Pasut Digulung Ombak Besar, Diskanlaut Himbau Nelayan Tidak Melaut



Dua orang nelayan dari masing-masing I Made Sudira dan I Made Sandiyasa, Kamis (22/7) kemarin hilang digulung ombak besar di Pantai selatan Tabanan. Hingga berita ini ditulis, kedua nelayan dari Br. Pasut, Desa Tibubiyu, Kerambitan tersebut belum ditemukan. Sementara sekitar jam 13.00 perahu yang digunakan kedua nelayan tersebut ditemukan terdampar di Pantai Pasut dalam kondisi hancur tanpa mesin tempel.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kedua nelayan anggota Kelompok Segara Nadi 2 Desa Tibubiyu tersebut melaut sekitar pukul 11.45 menggunakan perahu dengan mesin tempel bantuan dari pemerintah. Keduanya nekat melaut meski pada saat itu kondisi ombak cukup besar. Baru beberapa saat melaut, tiba-tiba ombak besar datang menghantam dan membalikkan perahu. Kedua nelayan yang tidak menggunakan baju pelampung tersebut, diduga terpental dan tenggelam terseret arus. Sekitar pukul 13.00 perahu kayu yang sudah dalam kondisi hancur ditemukan terdampar di pantai.

Ombak Besar, Nelayan Dihimbau tidak Melaut



Beberapa hari terakhir ini, ombak di laut selatan Tabanan tergolong besar dengan ketinggian berkisar 2 – 4 meter. Terkait kondisi tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Tabanan serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Tabanan menghimbau agar nelayan di wilayah Kabupaten Tabanan untuk tidak melaut dulu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Diskanlaut Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/7) membenarkan bila ombak laut di wilayah Kabupaten Tabanan belakangan cukup besar. Menurut Ariwangsa, munculnya angin kencang dan ombak besar yang terjadi belakangan ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjada pada musim pancaroba. “Pada musim pancaroba seperti saat ini, biasanya angin bertiup kencang dan ombak besar. Hal ini merupakan siklus tahunan,” katanya sambil menghimbau para nelayan di Tabanan untuk sementara waktu tidak melaut dulu.