Senin, 19 Januari 2009

Paus Bongkok Terdampar di Pantai Yeh Matan Tabanan


Bangkai Ikan Paus yang terdampar di Pantai Yeh Matan, Banjar Antap Delod Sema, Selemadeg, Jumat (2/1), memberikan berkah tersendiri bagi warga sekitar. Pasalnya tulang belulang ikan paus sepanjang 12 meter ini ternyata laku terjual Rp 1,5 juta.

Setelah sempat beberapa hari menimbulkan keresahan warga sekitar akibat bau busuk yang ditimbulkannya, bangkai ikan paus bongkok yang terdampar tersebut, mulai Senin (5/1) dipotong-potong oleh warga sekitar untuk diambil tulang belulangnya. Sementara dagingnya yang sudah benyek dan mengeluarkan bau busuk ditanam di daerah sekitar.



Kepala UPTD Dinas Perikanan dan Keluatan Kecamatan Selemadeg, Ida Bagus Dharma Yadnya, SE kepada Manggala, Selasa (6/1) menuturkan, bila wrga sekitar sebelumnya sempat resah terhadap keberadaan bangkai ikan paus yang terdampar di pantai tersebut. Pasalnya, untuk membakar atau mengubur bangkai ikan paus yang berukuran raksasa tersebut memerlukan biaya yang cukup besar dan peralatan berat. Namun dengan adanya tawaran dari seorang dari Jembrana yang ingin membeli tulang ikan paus tersebut, warga akhirnya menjadi sedikit lega. ”Uang hasil penjualan tulang-belulang ikan paus tersebut bisa dimanfaatkan untuk biaya penguburan daging paus yang sudah berbau busuk,” katanya.

Menurut Dharma Yadnya, proses pemuisahan tulang ikan paus memerlukan waktu sekitar 2 – 3 hari karena peralatan yang digunakan warga hanya berupa parang dan sabit. Hal itu terpaksa dilakukan, karena peralatan berat seperti bekho yang dimiliki oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan tidak bisa masuk ke lokasi.

Sementara itu, terkait terdamparnya ikan paus tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM mengemukakan buka akibat keracunan seperti rumor yang beredar di masyarakat. Namun lebih disebabkan karena sifat dari ikan paus itu sendiri yang terpisah dari kawanannya saat melakukan migrasi tahunan. ”Ikan paus yang sudah terpisah dari kawanannya saat migarasi, umumnya kondisinya sudah lemah sehingga mudah mati dan terdampar di pantai,” katanya sambil menambahkan, terdamparnya ikan paus di pantai selatan Tabanan sudah terjadi beberapa kali, yakni pada pertengahan tahun 1980-an di pantai Selabih, medio Oktober 2007 di pantai Tanah Lot dan tahun 2008 lalu di Pantai Selabih.(gus)

Tidak ada komentar: