Kepala
Diskanlaut Provinsi Riau, Prof. DR. Ir. Irwan Effendi, M.Sc (kanan) menyerahkan
cendera mata kepada Kepala Diskanlaut Kabupaten Tabanan, Ir, Nyoman Wirna
Ariwangsa
Tertarik terhadap potensi perikanan dan pengembangan Balai Benih Ikan (BBI) di Kabupaten Tabanan, rombongan dari Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Provinsi Riau Senin (24/10) malam, mengunjungi dan melakukan studi banding di Diskanlaut Kabupaten Tabanan.
Kepala
Diskanlaut Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Wirna Ariwangsa, MM dalam sambutan
selamat datangnya memaparkan tentang potensi perikanan dan kelautan di
Kabupaten Tabanan. “Jenis komoditas unggulan yang dikembangkan di Kabupaten
Tabanan terdiri dari ikan lele, nila dan karper,” katanya sambil menambahkan,
budidaya lele banyak dilakukan dalam wadah berupa kolam terpal.
Ariwangsa
juga memaparkan tentang sejarah dan pembangunan BBI. “Di Kabupaten Tabanan UPTD
BBI Pesiapan membawahi empat unit BBI. Masing-masing BBI Bolangan, Penebel,
Pesiapan dan Meliling,” katanya sambil menambahkan pembangunan BBI di Kabupaten
Tabanan dimulai pada tahun 2006 yang dananya bersumber dari DAK (Dana Alokasi
Khusus)
Selain sebagai produsen benih, UPTD BBI juga memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai tempat pelatihan dan magang, serta membantu pembudiaya ikan dalam pelayanan teknis. “UPTD BBI Pesiapan sudah beberapa kali dijadikan lokasi magang dan praktek para siswa, mahasiswa dan guru. Saat ini juga ada siswa SMK dari Kabupaten Kodo, NTT yang melakukan PKL di UPTD BBI Pesiapan,” katanya sambil menambahkan tahun ini UPTD BBI juga menjadi juara I lomba UPTD tingkat provinsi Bali.
Terkait
penyediaan sarana produksi perikanan berupa pakan dan obat-obatan bagi para
pembudidaya ikan, menurut Ariwangsa pembudidaya ikan di Tabanan bisa
mendapatkannya di Koperasi pembudidaya ikan “Karya Lestari” yang dibentuk oleh
UPP Mina Karya Lestari. “Pembudidaya ikan bisa mendapatkan pakan kapan saja
yang dibayar setelah mereka panen ikan. Koperasi ini juga siap membantu
memasarkan produksi dari para pembudidaya anggota koperasi,” terangnya.
Rombongan
Diskanlaut Riau foto bersama dengan Kepala Dinas dan Kabid di jajaran
Diskanlaut Tabanan
BBI dan Koperasi
Mendengar pemaparan tersebut, Kepala Diskanlaut Provinsi Riau, Prof. DR. Ir. Irwan Effendi, M.Sc yang memimpin secara langsung rombongan mengungkapkan, dipilihnya Diskanlaut Kabupaten Tabanan sebagai lokasi studi banding karena potensi perikanan yang dimiliki Provinsi Riau sebagian berupa daratan, sama seperti potensi yang dimiliki Kabupaten Tabanan. “Kami mengunjungi Kabupaten Tabanan karena ada rekomendasi dari kawan kami di Jakarta bahwa pembangunan perikanan di Tabanan maju pesat. Kami ke sini ingin studi banding tentang pengelolaan Balai Benih Ikan,” katanya berterus-terang.
Selain
pengelolaan dan pembangunan BBI, rombongan dari Diskanlaut Riau juga tertarik
adanya Koperasi Pembudidaya Ikan “Karya Lestari” yang keberadaannya bisa
dirasakan manfaatnya bagi para pembudidaya. “Kami di Riau merasa kesulitan
mendirikan dan membangun koperasi. Kami ingin mengetahui lebih jauh tentang
pembentukan koperasi pembudiaya ikan ini,” ujarnya.
Setelah
diadakan diskusi secara terbuka, rombongan dari Diskanlaut Provinsi Riau
keesokan harinya, Selasa (25/10) melakukan kunjungan ke lapangan untuk
mengetahui secara langsung kondisi BBI, Koperasi serta kelompok pembudiaya ikan
(Pokdakan) Darma Nadi di Desa Buruan, Penebel, Tabanan. (gus/24102011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar