Kamis, 14 November 2013

KPI Mina Lestari Optimalkan Penyediaan Saprokan





Koperasi Pembudiaya Ikan (KPI)  Mina Karya sebagai unit usaha dari Unit Pelayanan Pengembangan (UPP)  Mina Karya Lestari,  senantiasa berupaya mengoptimalkan penyediaan sarana prasarana perikanan (Saprokan) dan permodalan bagi para pembudidaya ikan di Kabupaten Tabanan yang menjadi anggotanya.

Ketua KPI Mina Lestari Drs. Ketut Sukalaksana, M.Pd mengungkapkan hal itu saat ditemui Manggala di ruang kerjanya, Selasa ( 30/10). Selain penyediaan saprokan, KPI Mina Lestari juga siap menyediakan permodalan bagi anggotanya. Di antara dua kegiatan utama yang dilaksanakan KPI Mina Karya Lestari tersebut, penyediaan saprokan berupa pakan ikan (pelet) merupakan kegiatan yang paling banyak mendapat respon anggota.

Menurut Sukalaksana,  KPI Mina Lestari yang didirikan oleh para pembudidaya ikan di Kabupaten Tabanan tahun 2008 ini, pada awalnya memang bertujuan untuk menyediakan permodalan bagi para pembudidaya ikan untuk pengembangan usahanya. Namun atas saran dan aspirasi anggota saat RAT, mulai tahun 2009, KPI Mina Lestari menyediakan saprokan. Hal ini dikarenakan sebagian besar modal untuk usaha budidaya ikan sebagian besar dialokasikan untuk pembelian saprokan, khususnya pelet.


Berkat adanya usaha penyaluran Saprokan tersebut, jumlah anggota KPI Mina Lestari dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Demikian juga omzet dan SHU-nya. “Tahun 2008 ketika usahanya hanya simpan pinjam saja, SHU-nya Rp 2,3 juta. Namun setelah kami menambah usaha penyediaan saprokan, SHU-nya meningkat drastis menjadi Rp 8,8 juta,” jelasnya. Sedangkan pada tahun 2011 lalu, KPI Mina Lestari telah membukukan SHU sejumlah Rp 10,5 juta.

Pengembangan TPK
Sementara itu, Manajer KPI Mina Lestari  I Made Surya Putra A ditemui secara terpisah menambahkan, berdasarkan data yang ada, permintaan pakan ikan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang lumayan. Dari Januari sampai Sepetember lalu, KPI Mina Lestari telah menyalurkan pakan ikan sekitar 300 zak senilai Rp 54 juta lebih. “Sepanjang tahun 2011 lalu pakan yang tersalur sekitar 200 zak senilai Rp 37 juta lebih,” jelasnya.

Guna memudahkan penyaluran pakan kepada para anggota yang tersebar  di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan, KPI Mina Lestari telah mengembangkan Tempat Pelayanan Koperasi (TPK) yang tersebar di seluruh kecamatan. “Dengan adanya TPK ini, kami lebih mudah melayani anggota dalam penyaluran saprokan. Demikian juga sebaliknya bagi anggota, lebih mudah mendapatkan saprokan. Mereka cukup menghubungi dan mendatangi TPK terdekat, tak perlu lagi datang ke kantor KPI Mina Lestari di kota Tabanan,” paparnya.

Daftar TPK Mina Lestari yang sudah ada saat ini berjumlah 13 unit yang umumnya berlokasi di rumah Ketua Pokdakan untuk memudahkan koordinasi. Penyebaran TPK masing-masing adalah TPK Gadungan, Selemadeg Timur (Ketut Sukalaksana), TPK Pupuan (Wayan Ariasa), TPK Subamia, Tabanan (Nyoman Laba), TPK Geluntung, Marga (Bu Gusdur), TPK Soka, Selemadeg (Wayan Wismantara), TPK Kerambitan (Nyoman Artasuayasa), TPK Penatahan (Nengah Astawa), TPK Bantiran, Pupuan (Pak Dewi), TPK Bajera, Selemadeg (Pak Bayu), TPK Tegeh, Baturiti (Komang Suka Sedana), TPK Gerogak, Tabanan (Gede Urip Gunawan), TPK Kediri (Aji Raka) dan TPK Selabih, Selemadeg Barat (Pak Trisna).

Berkat adanya TPK tersebut, permintaan Saprokan makin meningkat. Bukan saja saprokan berupa pakan, namun juga saprokan berupa obat-obatan dan peralatan budidaya ikan   “Kami menyediakan sekitar 45 jenis saprokan. Namun yang paling banyak dicari oleh anggota berupa pakan ikan. Baik itu berbentuk tepung, butiran maupun pelet,” jelasnya. (gus)

Tidak ada komentar: