Jumat, 31 Agustus 2012

Bupati Tabanan Serahkan Bantuan Beras untuk Nelayan

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan secara simbolis bantuan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) dan kartu identitas nelayan kepada nelayan Kabupaten Tabanan.

Peduli terhadap nasib nelayan yang tidak melaut selama beberapa bulan terakhir karena cuaca buruk, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan bantuan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) secara simbolis, Rabu (15/2) di ruang rapat kantor bupati setempat.

Selain menyerahkan bantuan BCP tahun 2012 sejumlah 12 ton secara simbolis, pada kesempatan tersebut Bupati Wiryastuti didampingi Direktur Pelabuhan Ditjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, Parwoto dan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya juga menyerahkan Kartu Nelayan kepada 167 nelayan secara simbolis.

Bupati  Wiryastuti dalam sambutannya mengatakan, pemberian bantuan BCP ini merupakan perjuangan Pemkab Tabanan ke pemerintah pusat sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib nelayan. “Penyerahan bantuan beras cadangan pemerintah ini merupakan hasil nyata perjuangan kami ke pemerintah pusat, dalam upaya memperjuangkan saudara-saudara kita masyarakat pesisir yang menggeluti profesi sebagai nelayan,” ujarnya.

Menurut Bupati Wiryastuti, BCP ini diberikan dalam rangka membantu meringankan beban ekonomi nelayan karena disaat-saat cuaca tak mendukung, nelayan tidak bisa melaut. Kondisi ini berdampak pada penghasilan para nelayan.”Saat cuaca kurang mendukung para  nelayan tidak bisa melaut, otomatis pendapatan mereka sangat kecil. Menjawab kondisi tersebut pemerintah merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban ekonomi saudara-saudara kita yang menggeluti profesi nelayan minimal mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka disaat nelayan ditimpa kesulitan seperti saat ini,” imbuhnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, Nyoman Wirna Ariwangsa melaporkan, untuk tahun ini dari 525 orang nelayan yang tergabung dalam 12 kelompok mendapat bantuan BCP 12 ton. “ Besarnya bantuan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu nelayan di Kabupaten Tabanan mendapatkan bantuan  sekitar 7,6 ton. Masing-masing nelayan mendapatkan bantuan bervariasi tergantung dari jumlah anggota keluarga nelayan. Kalau dirata-ratakan, masing-masing anggota keluarga nelayan kebagian BCP 6,2 kilogram,” paparnya.

Sementara kartu nelayan yang kali ini dibagikan, menurut Ariwangsa selain sebagai kartu identitas nelayan, juga bisa dimanfaatkan dalam memperoleh subsidi bahan bakar minyak (BBM). “ Kartu nelayan ini akan sangat membantu nelayan, apabila pemerintah mengambil kebijakan untuk memberikan subsidi BBM kepada nelayan,” katanya sambil menambahkan, dari 524 orang nelayan yang ada di Tabanan, saat ini  baru bisa dibagikan 167 kartu. ” Kekurangannya masih dalam proses di pusat,” tambahnya.

Kabupaten pertama
Terkait penyerahan bantuan BCP kepada nelayan di Kabupaten Tabanan, Dirjen Perikanan Tangkap Dedy Heryadi dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Pelabuhan, Ditjen Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan (DKP) Parwoto, memberikan apresiasi positif. “Kabupaten Tabanan merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang telah menyalurkan bantuan BCP kepaqda nelayan. Kami sangat mengapresiasi kerena hal ini merupakan sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemkab terhadap nasib nelayan,” paparnya.

Menurut Dedy Heryadi, setiap tahun diprediksi akan terjadi cuaca buruk yang berdampak pada nelayan. Pada bulan Desember, Januari dan Pebruari, selama ini terjadi cuaca yang tidak mendukung nelayan untuk melaut. Pada saat-saat seperti itu nelayan benar-benar mengalami masa paceklik. “Pada saat-saat masa paceklik itulah, pemerintah merasa terpanggil membantu nelayan agar bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” terangnya. (gus/15022012)

Tidak ada komentar: