Jumat, 31 Agustus 2012

Tingkatkan SDM Kelautan dan Perikanan, Bupati Tabanan Tandatangani MoU dengan BPSDM-KP




Bupati Tabanan Eka Wiryastuti didamping Wabup Sanjaya tendangani MoU dengan BPSDM-KP Kementrian Kelautan dan Perikanan. 

Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap Sumber Daya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengadakan kerjasama dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPSDM-KP) Kementrian Kelautan dan Perikanan di kantor bupati setempat, Jum’at (25/5).

MoU yang dilanjutkan dengan acara  Sinkronisasi kegiatan Pelatihan P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan) wilayah Provinsi Jatim, Bali, NTB, NTT dan Kalsel tersebut, juga dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Kelutan dan Perikanan, Balok Budiyanto mewakili Kepala BPSDM-KP, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, I Wayan Suarya, Wabup Sanjaya, Plt Sekda Wirna Ariwangsa, Forum Muspida serta Kepala SKPD Kabupaten Tabanan.

Terkait MoU dan Sinkronisasi Kegiatan Pelatih P2MKP tersebut,  Bupati Eka Wiryastuti menyambut baik serta memberikan apresiasinya karena Kabupaten Tabanan dipercaya dan dipilih BPSDM-K menjadi lokasi pelatihan P2MKP sekaligus menjadi pusat promosi produk P2MKP. “Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Tabanan cukup besar. Khususnya di bidang budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Dengan adanya MoU dan pelatihan kami harapkan bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pelaku indutri pengolahan ikan mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas sehingga memiliki nilai jual lebih.” Katanya berharap.

Pada kesempatan tersebut Bupati Wiryastuti juga mempersilakan P2MKP di wilayah kerja BPPP Banyuwangi memanfaatkan pasar ikan yang akan dibangun Pemkab Tabanan sebagai pusat show room produk perikanan dan kelautan yang dihasilkannya. “Pasar ikan yang akan dibangun Pemkab Tabanan saya harapkan bisa menjadi tourist destination, sehingga bisa memiliki dampak positif menggerakkan usaha kecil menangah di bidang kelautan dan perikanan,” tegasnya.

Sementara itu,  Kepala BPSDM-KP dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Ir. Balok Budiyanto mengatakan BPSDMKP sebagai sub unit Kementerian Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas serta fungsi untuk mengembngkan sumber daya manusia dalam bidang kelautan dan perikanan. Salah satu upaya yang dikembangkan oleh BPSDM- KP melalui pusat pelatihan kelautan dan perikanan adalah P2MKP. Peran P2MKP sangat dibutuhkan dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggraan pelatihan di kawasan minapolitan. “Bali dipilih sebagai sentra penyelenggaraan P2MKP karena selain memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa, Bali juga telah menjadi ikon dunia,” paparnya

Pihaknya berharap kesejahteraan masyarakat akan bisa lebih ditingkatkan lagi melalui sektor yang satu ini. “Kami berharap program ini dapat membawa dampak besar bagi perubahan masyarakat perikanan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Mampu meningkatkan pendapatan melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimilki,”tegasnya.

Sinkronisasi P2MKP
Sebelumnya, Kepala BPPP banyuwangi I Wayan Suarya dalam laporannya mengemukakan, P2MKP merupakan sebuah lembaga pelatihan di bidang kelautan dan perikanan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama maju di bidang kelautan dan perikanan baik perorangan maupun kelompok. “P2MKP merupakan wujud partisipasi dan keswadayaan masyarakat ikut mengembvangkan SDM melalui pelatihan dari, oleh dan untuk masyarakat,” lapornya.

Menurut Suarya, di wilayah kerja BPPP Banyuwangi ada sejumlah 558.588 orang aparatur dan masyarakat perikanan yang perlu mendapatkan pelatihan. Selama selama periode 2004-2011 BPPP Banyuwangi baru melatih 7.751 orang atau sekitar 1,39 persen dari SDFM yang ada. “Terkait hal itu, dalam rangka percepatan pengembangan kualitas SDM-KP, BPSDM-KP mendorong pembentukan dan pengembangan P2MKP di daerah,” ujarnya

Terkait diselenggarakannya pelatihan di Kabupaten Tabanan, menurut Suarya karena Tabanan memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Selain itu juga karena posisi Bali, khususnya Tabanan yang strategis dalam hal pemasaran produk perikanan dan kelauatn ke manca negara. “Sebagai pusat pariwisata di Indonesia, kita berharap ke depan Tabanan bisa menjadi pusat show room produk olahan perikanan dan kelautan di wilayah kerja BPPP Banyuwangi,” paparnya.

Suarya juga melaporkan kegiatan pertemuan Sinkronisasi P2MKP ini diikuti oleh 26 P2MKP dari Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Kalsel serta diiikuti juga 4 perwakilan Pembina P2MKP dari Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Tabanan dan Denpasar. “Bentuk kegiatan usaha yang dikembangan P2MKP tersebut meliputi budidaya ikan lele, nila, gurami, patin, bandeng dan rumput laut. Selain itu juga pengolahan produk hasil perikanan,” jelasnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan beserta para undangan juga sempat menyaksikan pameran produk hasil pengolahan perikanan dari P2MKP binaan BPPP Banyuwangi. Produk olahan perikanan yang dipamerkan di antaranya berupa olahan bandeng tanpa duri, krupuk ikan, minuman rumput laut, produk kerajinan dari kerang-kerangan serta produk olahan perikanan lainnya. (gus)

Tidak ada komentar: